Mikroskop
Mikroskop (bahasa
Yunani: micros = kecil dan scopein = melihat) adalah sebuah
alat untuk melihat objek yang terlalu kecil untuk dilihat dengan mata kasar.
Mikroskop adalah alat yang di gunakan untuk melihat, atau mengenali
benda-benda renik yang terlihat kecil menjadi lebih besar dari aslinya.berikut adalah bagian-bagian mikroskop beserta fungsinya:
LENSA OKULER, yaitu lensa yang dekat dengan mata pengamat lensa ini berfungsi untuk membentuk bayangan maya, tegak, dan diperbesar dari lensa objektif
LENSA OBJEKTIF, lensa ini berada dekat pada objek yang di amati, lensa ini membentuk bayangan nyata, terbalik, di perbesar. Di mana lensa ini di atur oleh revolver untuk menentukan perbesaran lensa objektif.
TABUNG MIKROSKOP (TUBUS), tabung ini berfungsi untuk mengatur fokus dan menghubungan lensa objektif dengan lensa okuler.
MAKROMETER (PEMUTAR KASAR), makrometer berfungsi untuk menaik turunkan tabung mikroskop secara cepat.
MIKROMETER (PEMUTAR HALUS), pengatur ini berfungsi untuk menaikkan dan menurunkan mikroskop secara lambat, dan bentuknya lebih kecil daripada makrometer.
REVOLVER, revolver berfungsi untuk mengatur perbesaran lensa objektif dengan cara memutarnya.
REFLEKTOR, terdiri dari dua jenis cermin yaitu cermin datar dan cermin cekung. Reflektor ini berfungsi untuk memantulkan cahaya dari cermin ke meja objek melalui lubang yang terdapat di meja objek dan menuju mata pengamat. Cermin datar digunakan ketika cahaya yang di butuhkan terpenuhi, sedangkan jika kurang cahaya maka menggunakan cermin cekung karena berfungsi untuk mengumpulkan cahaya.
DIAFRAGMA, berfungsi untuk mengatur banyak sedikitnya cahaya yang masuk.
KONDENSOR, kondensor berfungsi untuk mengumpulkan cahaya yang masuk, alat ini dapat putar dan di naik turunkan.
MEJA MIKROSKOP, berfungsi sebagai tempat meletakkan objek yang akan di amati.
PENJEPIT KACA, penjepit ini berfungsi untuk menjepit kaca yang melapisi objek agar tidak mudah bergeser.
LENGAN MIKROSKOP, berfungsi sebagai pegangang pada mikroskop.
KAKI MIKROSKOP, berfungsi untuk menyangga atau menopang mikroskop.
SENDI INKLINASI (PENGATUR SUDUT), untuk mengatur sudut atau tegaknya mikroskop.
Mikroskop ialah alat yang digunakan untuk
memperbesar benda yang tidak dapat dilihatdengan mata telanjang (benda dengan
diameter <0.1>A. Dimana kita bisa menemukan alat ini ?Mikroskop bisa kita
temukan didunia pendidikan mulai dari jenjang pendidikan SekolahDasar sampai
dengan Perguruan Tinggi dan instansi/lembaga lain yang memilikilaboratorium
khususnya yang berkaitan dengan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA/Biologi).Biologi
adalah salah satu cabang ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup dansegala
perikehidupannya.B. Bagian-bagian MikroskopMikroskop terdiri dari bagian optik
dan non optik. Bagian optik meliputi lensa-lensa.Lensa-lensa mikroskop
merupakan lensa gabungan (compound lenses) yang disatukanmenjadi suatu unti
kesatuan. Bagian non optik meliputi antara lain kaki, meja objek danlengan.
Mikroskop : Instrumen yang dapat
memperbesar penampakan objek dengan lensa atau sistem lensa. Mikroskop yang
umum dipakai adalah mikroskop optis, mikroskop elektron dan mokroskop x-ray.
biasanya banyak digunakan ilmuwan atau peneliti bidang
biologi untuk melihat sel-sel yang terdapat di makhluk hidup.
COVER GLASS
Inkubator (Incubator)
Inkubator adalah alat untuk
menginkubasi atau memeram mikroba pada suhu yang terkontrol (umumnya diatas
suhu ambient). Alat ini dilengkapi dengan pengatur suhu, dan pengatur waktu.
Semakin kecil ukuran inkubator maka semakin rentan pula perubahan suhunya saat
pintu inkubator dibuka. Perlu dipertimbangkan pula keseragaman suhu yang ada
didalam dengan memperhatikan pola penempatan elemen pemanas atau terdapatnya
kipas penyebar suhu. Pintu kaca yang terdapat pada beberapa model dibiarkan
tertutup saat melihat biakan secara sekilas supaya tidak terjadi penurunan
suhu.
Tipe lain inkubator berdasarkan
kegunaannya secara khusus menurut Collins et al. (2004) adalah
-Shaker incubator; inkubator yang dilengkapi dengan pengocok untuk aerasi
biakan.
-Cooled incubator; inkubator untuk suhu inkubasi dibawah
suhu ambient.
-CO2 incubator; inkubator
yang mampu menyediakan keadaan kaya karbondioksida.
-Automatic temperature change incubator;
inkubator yang dilengkapi dengan pengatur perubahan suhu otomatis
sehingga tidak perlu memindahkan kultur ke inkubator lain saat
membutuhkan perubahan suhu secara bertahap.
-Portable incubator; inkubator jinjing atau mudah dibawa yang
umumnya diaplikasikan untuk mikrobiologi lingkungan.
-Incubator room; suatu ruangan yang diubah menjadi inkubator
sesuai dengan keperluan dan syarat mikrobiologisnya.
Waterbath
Fungsi waterbath cukup
beragam dalam lab mikrobiologi, salah satunya adalah untuk inkubasi dalam waktu
singkat seperti perlakuan suhu panas (heat shock), reaksi aglutinasi,
thawing sampel beku secara cepat (suhu 45°C tidak lebih dari 15 menit), menjaga
media agar tetap cair sebelum dituang, dll. Keunggulan waterbath dibandingkan
dengan inkubator adalah waterbath lebih cepat mencapai temperatur yang
diinginkan dan tidak cepat kehilangan panas karena mempergunakan air dalam
distribusi suhu. Selain elemen pemanas beberapa tipe juga dilengkapi dengan
pencipta arus untuk menjaga suhu tetap seragam. Lebih baik menggunakan akuades
untuk mencegah kerak yang ditimbulkan saat mempergunakan suhu panas. Tutup waterbath
dapat mencegah evaporasi yang berlebihan ketika tercapai suhu tinggi, selain
itu dapat juga memanfaatkan suatu benda untuk menutupi permukaan air yang panas
misalnya bola-bola pingpong mampu mengurangi evaporasi dengan memperkecil luas
permukaan air yang kontak dengan udara.
Refrigerator
Refrigerator digunakan untuk
menyimpan benda yang membutuhkan suhu dingin dalam penyimpanannya (2-80C).
Aplikasi dalam mikrobiologi diantaranya adalah untuk menyimpan sampel
sementara, thawing sampel beku (sampel beku dicairkan secara bertahap pada suhu
2-8°C selama 18 jam (Maturin dan Peeler, 2001)), menyimpan media pertumbuhan,
menyimpan kultur, menyimpan larutan, dll. fungsi utama refrigerator
adalah menghambat atau memperlambat pertumbuhan mikroorganisme sehingga bahan
memiliki daya simpan yang lebih lama.
Freezer
Freezer umumnya memiliki suhu 0 sampai -200C. Suhu beku
berfungsi untuk menyimpan bahan yang akan rusak jika dibiarkan dalam keadaan
tidak beku, seperti reagen, enzim, faktor pertumbuhan atau larutan tertentu.
Sampel yang akan dianalisa jangan disimpan dalam freezer karena tidak semua
mikroorganisme dapat bertahan dalam temperatur beku.
Sample container
Setelah pengambilan sampel dilakukan
maka diperlukan suatu wadah penyimpan botol sampel yang dapat menjaga jumlah
dan jenis mikroorganisme saat transportasi sampel oleh karena itu sample
container atau ice box diperlukan. Sample container umumnya
dirancang untuk menjaga suhu dingin maka dari itu terdapat sekat/isolator suhu.
Suhu dingin dibuat dengan memasukkan es ke dalam sample container.
Rak tabung reaksi
Berguna untuk meletakkan atau
menyimpan tabung reaksi sehingga mudah diorganisir. Rak tabung reaksi sebaiknya
terbuat dari polypropylene sehingga dapat diautoklaf dan mengurangi
resiko pecah. Lebih baik hindari rak tabung reaksi yang terbuat dari kayu
karena dikhawatirkan dalam keadaan lembab kayu akan ditumbuhi jamur.
Desikator
Di dalam lab mikrobiologi desikator
biasanya digunakan untuk menjaga suatu bahan tetap kering seperti menyimpan
media pertumbuhan yang sangat higroskopis atau reagen tertentu. Uap air yang
berada dalam kontainer desikator akan diserap oleh desiccant yang akan
berubah warnanya (dari biru menjadi pink) jika telah jenuh dengan air.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar